Pelecehan Seksual di Tengah Konser. Nyalakan Tanda Bahaya!

Sabtu (19/10) malam, di sebuah acara musik di Mall di kawasan Bekasi, terjadi sebuah insiden yang belakangan menjadi viral. Saat itu .Feast sedang pentas di atas panggung. Bukan hal aneh jika para penonton moshing dan crowd surfing ketika .Feast beraksi di atas panggung. Mungkin kejadian penonton pingsan, tertendang atau terpukul menjadi hal biasa di mosh pit. Tapi yang terjadi malam itu adalah insiden pelecehan seksual.

Sang korban bercerita di media sosialnya mengenai insiden itu. Korban menuliskan bahwa dia datang ke konser itu bersama pasangannya. Mereka berada di barisan paling depan. Korban di depan barikade, pasangannya tepat di belakangnya. Korban juga melihat ada sekelompok perempuan yang ikut menonton disebelahnya.

.Feast tampil penuh energi dan disambut oleh penonton dengan melakukan moshing dan crowd surfing. Dua orang perempuan yang berada di sebelah korban sudah diangkat panitia karena pingsan, menyisakan satu orang saja di kerumunan penonton. Korban tetap berada di depan barikade bersama dengan pasangannya. Kedua tangan pasangannya memegang erat barikade dengan tujuan untuk "memagari" korban sebagai perlindungan. 

Memasuki lagu kedua, korban merasa ada yang meremas dadanya. Korban pikir mungkin hanya kesenggol orang yang sedang asik moshing. Tapi tak lama berselang, kali ini bokongnya yang jadi korban. Kedua tangan pasangannya masih berada di barikade, berarti ada orang lain yang mengambil kesempatan. Kali ini tangan pelaku ditepis korban dan korban merasa bahwa pria yang berdiri di belakang kerumunan perempuan di sebelahnya adalah pelakunya.

Rupanya tepisan tangan dan tatapan tajam korban ke pelaku tidak membuatnya jera. Pelaku kembali melanjutkan aksinya lagi. Korban juga melihat perempuan yang disebelahnya terlihat tidak nyaman dan sedang menahan tangis. Ketika ditanya, ternyata perempuan itu juga korban pelecehan. Akhirnya korban minta kepada pasangannya untuk diantar keluar dari kerumunan bersama perempuan tadi.

Dengan sedikit perjuangan karena kondisi sangat sesak ketiga orang tersebut merengsek keluar kerumunan. Diluar kerumunan barulah diketahui bahwa pelaku juga meraba-raba perempuan itu bahkan pelaku sampai mencoba memasukkan tangannya ke baju dan celana perempuan itu. Sambil terisak, perempuan itu juga menjelaskan bahwa dia sudah mencoba berteriak ke petugas keamanan di balik barikade, tetapi entah tidak terdengar atau memang karena sempat ada kericuhan antar penonton.

Dengan adanya cerita tersebut, Baskara Putra, vokalis .Feast angkat bicara. Beliau mengutuk pelaku bahkan menulis "cowok mesum itu tempatnya di kandang, bukan di acara musik". Dan dari kasus ini, Baskara mengajak followers dan musisi lain untuk membuat sebuah kode atau tanda yang bisa digunakan menjadi simbol universal tanda bahaya.




Akhirnya diputuskan untuk dibuatkan lambang S.O.S dengan latar belakang merah dan font putih. Diharapkan jika terjadi keadaan darurat seperti sesak nafas, copet, terjadi kekerasan atau pelecehan seksual, korban atau orang yang melihat kejadian tersebut bisa segera menunjukkan lambang tersebut ke depan atau belakang panggung. Orang-orang yang lain pun harus waspada juga jika ada orang menunjukkan tanda tersebut agar bisa langsung saling membantu. Saat ini lambang S.O.S tersebut yang sudah disepakati bersama oleh beberapa musisi.


Lambang tersebut bisa langsung di unduh dari link ini untuk file mp4 dan ini untuk gif.

Diharapkan semua pembaca artikel ini bisa waspada jika ada yang mengacungkan tanda ini ditengah acara konser. Semoga dengan adanya tanda ini, suasana konser musik bisa lebih kondusif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergerakan Dibalik Synchronize Fest 2019

Lorem Ipsum